Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2015

Benarkah Anak yang Meninggal Ketika Masih Kecil Akan Masuk Surga?

KITA sering mendengar kata-kata bahwa katanya jika anak yang meninggal ketika masih kecil itu bakalan masuk surga. Padah sebenarnya kita tidak tahu kebenarannya. Nah ini dia pembahasannya biar kalian ga penasaran lagi.

Aisyah ra. Berkata, “Rasulullah diundang untuk melayat jenazah seorang anak kecil dari kalangan Anshar. Aku (Aisyah) berkata, “Wahai Rasulullah, alangkah beruntungnya anak ini. Ia salah satu burung di antara burung-burung surga. Ia tidak pernah berbuat keburukan dan belum pernah menemuinya.”

Rasulullah bersabda,  

“Apakah engkau tahu yang selain itu, waha Aisyah? Sesungguhnya Allah menciptakan penghuni surga yang telah Dia tetapkan untuknya saat mereka masih berada di tulang sulbi ayah mereka pula. Dan Dia menciptakan penghuni neraka yang telah dia tetapkan untuknya saat mereka masih berada di tulang sulbi ayah-ayah mereka pula.”

Perhatikanlah wahai saudaraku, perhatikanlah bagaimana kebanyakan manusia mendidik anak-anak mereka pada zaman sekarang ini. Mereka telah memberikan waktu luang bak sengaja maupun tidak kepada anak-anak mereka untuk mengetahui perkataan buruk dan juga melakukannya. Itu saat anak-anak mereka masih kecil.

Anda bisa melihat anak yang masih kecil namun telah kenyang dengan berbagai perbuatan tercela dan tidak tahu perbutan utama sama sekali. Anda akan melihat bahwa anak-anak kecil berani berbicara dengan ungkapan yang keji dan melakukan perbuatan buruk. Ia mencela, mengutuk, dan melecehkan orang lain dengan kata-kata yang tidak sopan. Ia tidak menghormati orang saleh, bak laki-laki maupun perempuan.
Bila anak kecil yang seperti ini meninggal, apakah ia akan termasuk seperti burung-burung surga? Bila tetap hidup, apa yang kira-kira akan diperbuat oleh mereka nanti? Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada umat-Mu karena mereka tidak tahu. 
Rasulullah bersabda, “Tadi malam aku bermimpi melihat dua sosok lelaki datang kepadaku. Kedua orang itu memegang kedua tanganku lalu membawaku keluar ke bumi yang suci…” dan seterusnya sampai sabda beliau, “…Kedua orang itu berkata, ‘Berjalanlah,’ maka aku pun berjalan lagi. Ternyata aku melihat sebuah kebun yang hijau. Di kebun itu ada satu pohon yang sangat besar. Dan di pangkal pohon itu ada seorang tua yang dikelilingi oleh anak-anak kecil…” Dan seterusnya sampai sabda beliau, “…Kedua anak itu mengelilinginya sejak malam. Ceritakanlah apa yang aku lihat itu. Keduanya berkata, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Orang tua yang aku lihat di pangkal pohon itu adalah Ibrahim, sedangkan anak-anak kecil yang aku lihat itu adalah anak-anak manusia.”
 
Jadi, anak-anak kaum muslimin yang meninggal saat mereka belum balig itu diasuh oleh Ibrahim dan istrinya, Sarah. Mereka berdua memenuhi kebutuhan anak-anak itu sampai mereka dikembalikan kepada ayah-ayah mereka pda hari kiamat.

Sumber: Islam Parenting, Pendidikan Anak Metode Nabi/Karya: Syaikh Jamal Abdurrahman/Penerbit: Aqwam Jembatan Ilmu

Kamis, 07 Mei 2015

Terus Berlatih Berjiwa Besar Mengakui Kesalahan dan Segera Memperbaikinya

Terkadang berat mengakui kesalahan dan manusia cenderung tidak ingin bersalah dan dipersalahkan. Akan tetapi kita perlu terus dan terus berlatih untuk bisa mengakui kesalahan. Kemudian “menebusnya” dengan memperbaiki dan melakukan kebaikan.
Mengakui kesalahan merupakan ajaran para nabi dan orang shalih.

Nabi Adam ‘alaihissalam mengakui kesalahannya dan memohon ampun,

قَالاَ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (Al-A’raf: 23)

Nabi Yunus‘alaihissalam mengakui kesalahannya,

وَذَا النُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَاضِباً فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَسُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap : “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” (Al-Anbiya’:87)

Nabi Musa ‘alaihissalam juga mengakui kesalahannya,

قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Musa berdoa “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku”. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Al-Qashash: 16)


Tidak ada salahnya meminta maaf. Bahkan terkadang sakitnya hati dan fisik bisa terobati dengan sebuah kata “maaf” yang tulus dari hati yang terdalam. Bisa jadi karena sifat dasar mudah menggampangkan atau meremehkan si koleris menganggap bahwa hal-hal seperti itu dia anggap kecil sehingga tidak perlu minta maaf. Ia bisa jadi berkata “paling besok juga lupa”. Padahal tidak semua manusia seperti itu, bahkan ada beberapa manusia yang sensitif hatinya dan mudah tersinggung.

Semoga kita diberikan kebaikan berupa berjiwa besar dan mau mengakui kesalahan kita.

@Laboratorium Klinik RSUP DR Sardjito, Yogyakarta tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Sumber : www.muslimafiyah.com

Jumat, 24 April 2015

DIBALIK KAUS KAKI AKHWAT

1. Seorang majikan wanita menasehati salah seorang pekerjanya yang wanita,

Majikan: “Afwan ukhti, peraturan bekerja disini adalah wajib berhijab (memakai jilbab) bagi wanita. Dan memakai kaus kaki termasuk dalam berhijab, karena kaki juga termasuk aurat bagi wanita. Ana lihat anti hari ini tidak memakai kaus kaki, kenapa?”

Pekerja: “Afwan bu, ana kelupaan.”

Majikan: “Kalo kelupaan, kenapa hampir setiap hari? dan teguran ini bukan yang pertama, bukan?”

Pekerja: “Iya…afwan bu. Sebenarnya ana tidak terbiasa memakai kaus kaki, agak risih.”

Majikan: “Tapi kaus kaki itu wajib dipakai jika keluar rumah, bukan karena peraturan bekerja saja, tapi itu juga peraturan dalam Islam, karena kaki wanita adalah aurat.”

Pekerja: (terdiam…)

Majikan: “Coba dibandingkan, dulu ketika anti masih sekolah di SD, SMP dan SMA, ada peraturan kalo siswa diwajibkan memakai kaus kaki. Apakah anti berani melanggar peraturan sekolah tersebut? Anti pasti tidak berani melanggarnya, dan anti pasti mentaatinya setiap hari dengan memakai kaus kaki ketika sekolah. Tapi ketika peraturannya dari Allah, kenapa anti berani melanggarnya? Apakah anti lebih takut kepada guru daripada takut kepada Allah? Nah…mulai besok, jangan sampai kelupaan lagi untuk memakai kaus kaki ya?”

Pekerja: “Iya bu, insya Allah.”

2. Dialog suami istri:

Abi: “Ummi mau kemana?”

Ummi: “Mau keluar sebentar Bi…”

Abi: “Koq tidak pake kaus kaki?”

Ummi: “Cuma ke warung sebelah doank koq Bi…sebentar aja…”

Abi: “Memangnya kalo cuma sebentar atau dekat, boleh menampakkan aurat, gak pake kaus kaki?”

Ummi: “Lagi buru2 soalnya…”

Abi: “Coba Ummi berani gak, sekali2 ke warungnya tanpa pake jilbab atau cadar. Atau pake celana pendek yang kelihatan pahanya. Paha dan kaki itu hukumnya sama lho… Sama2 aurat. Jadi jangan dibedain. Walaupun dekat, atau sebentar, atau lagi buru2, yang namanya dosa ya tetap dosa. Pokoknya jangan sampe sekali lagi Ummi ketahuan gak pake kaus kaki keluar rumah, walaupun cuma ke warung.”

Ummi: “Iya Bi, maapin Ummi ya Bi… Biarin kaki Ummi buat ABi saja dech, gak usah ditutupin kalo di depan Abi…”

(Kisah diatas diadopsi dari kisah nyata dengan beberapa tambahan).

Sumber : https://gizanherbal.wordpress.com/…/dibalik-kaus-kaki-akhw…/

Jumat, 17 April 2015

Mengapa Istri Shalihah Menjadi Ratunya Bidadari?



dakwatuna.com - Bidadari, banyak pria menyebut wanita cantik sekaligus shalihah (baik) dengan sebutan itu, bahkan di tahun 2004 saya sempat menulis sebuah artikel “aku kan tetap pergi bidadari”, sebuah artikel yang menjadi doa dan mengantarkan saya hijrah dari Kalimantan Barat ke Jawa Barat pada tahun itu.

Bidadari itu makhluk yang diciptakan Allah untuk penghuni surga dan pelayan untuk manusia yang akan masuk surga. Laki-laki shalih yang memiliki istri di dunia kemudian masuk surga akan diberikan 70 bidadari yang tak pernah tua, selalu suci (terjaga keperawanannya). Lalu, mengapa istri yang shalihah dari pria yang shalih ini akan menjadi ratu bidadari?

Pertanyaan inilah yang kemudian saya coba mencari jawabannya, ini hanya hikmah bukan fatwa dan bukan pula perkataan para nabi dan ulama. Ini hanya hikmah dari sebuah perenungan saya yang faqir di hadapan Allah.

Jika saja wanita shalihah yang bersuami menyadari ini maka dia akan mengatakan, “Oh sungguh keren ya di surga jadi ratunya bidadari yang puluhan kali cantiknya dari bidadari yang ada di surga ” di dalam Alquran bidadari sebut hur’ain.

Mengapa Anda, wahai wanita shalihah yang memiliki suami menjadi ratu bidadari bahkan lebih dulu masuk surga ketimbang suami Anda?

Karena bidadari tidak pernah menghadapi kesulitan yang dirasakan wanita dunia. Bidadari yang diciptakan Allah tidak pernah merasakan kesulitan hidup di dunia, kesulitan menjaga kesucian, kesulitan untuk tergoda pria tidak bertanggungjawab terapi Anda menghadapi kesulitan-kesulitan itu.
Bidadari ciptaan Allah tidak merasakan berjuang di jalan Allah dengan berdakwah tetapi Anda sebagai wanita shalihah melakukannya.

Bidadari ciptaan Allah di surga tidak merasakan dicela, dicemooh, diolok-olok hanya karena menutup aurat seperti yang anda lakukan saat ini, Anda mendapat cibiran hanya karena berhijab.
Bidadari ciptaan Allah di surga tidak pernah merasakan kesusahan untuk taat pada suami karena mereka tidak menikah tetapi Anda harus tetap taat dan patuh kepada suami baik suka dan nggak suka.

Bidadari yang Allah ciptakan dan saat ini ada di surga tidak pernah merasakan perihnya hati ketika melihat anak-anak menginginkan makanan dan mainan sedangkan uang tidak ada, Anda sangat merasakan itu dan Anda bersabar.

Bidadari itu tidak pernah merasakan bagaimana kekurangan dalam hidup, harus berhutang karena gaji suami tidak pernah cukup, anak sakit harus ke rumah sakit, sedangkan Anda merasakan itu semua.
Jadi, Anda wanita shalihah yang menikah pantas menjadi ratunya bidadari di surga dengan tetap sabar, syukur, ikhlas dan tawakkal kepada Allah, karena bidadari itu tak pernah merasakan apa yang Anda rasakan. (usb/dakwatuna)


Suami Merindukan Istri yang Qonaah dan Tidak Banyak Menuntut

Sahabat Ummi,banyak istri zaman sekarang yang tidak lagi bisa menerima suami apa adanya, tuntutan tinggi dan terlalu banyak, hingga suami pun merindukan sosok istri yang qonaah (menerima) hasil keringat suami meski sedikit, dan tidak mencelanya.

Rejeki adalah salah satu teka-teki yang tak bisa diterka. Kadang ia datang dengan jalan kemudahan yang tidak disangka-sangka. Kadang juga tidak datang meski usaha telah berdarah-darah.

Semua lelaki terutama suami pasti pernah merasakan getirnya mencari rizki demi mencari sesuap nasi untuk anak dan istri. Seharian di luar rumah, peras keringat-banting tulang demi yang namanya duit. Kadang untung kadang apes.

Saya punya teman seorang supir travel, jika lagi banyak penumpang untung bisa diraih. Namun sebaliknya lebih sering tak dapat penumpang, bukan untung yang didapat justru rugi yang harus ditanggung. Untungnya teman saya percaya dengan konsep rizki yang diberikan Allah SWT. Bahwa tugas kita hanyalah berusaha, Allah tak menilai pada hasilnya.

Lelahnya suami tiada patut lagi ditanyakan. Tentu saja lelah. Kelelahan bagi suami tak berarti apa-apa, apalagi jika mengingat perlakuan Rasul pada Sa’ad yang ketika itu tangannya melepuh. Kulitnya gosong kehitaman.

Rasul bertanya kenapa, Sa’ad menjawab,“Karena aku mengolah tanah dengan cangkul ini untuk mencari nafkah keluarga yang menjadi tanggunganku”  Rasulullah lalu mengambil tangan Sa’ad dan menciumnya seraya berkata, “Inilah tangan yang tidak pernah disentuh api neraka,“ (HR At-Thabahari).

Subhanallah, ternyata tangan pekerja keras yang dilakukan untuk menafkahi keluarga tak akan disentuh oleh api neraka. Maka berbahagialah wahai para suami.  Tapi bagaimana dengan istri yang menunggu di rumah?

“Istriku bilang aku pemalas. Karena aku pulang bawa uang sedikit,”

Begitulah curhat seorang suami. Rasul sangat mencintai lelaki yang bekerja. Tapi kisah indah itu tak akan berarti jika istri di rumah justru sedikit pun tak menghargai. Seharusnya saat suami pulang ke rumah disambut dengan senyuman mesra, disiapkan teh manis, diambil tangannya untuk dicium.

Pastilah, pastilah segala letih yang mendera hilang seketika. Bahagianya menjadi suami. Tapi betapa sakitnya hati suami, saat ia pulang istri langsung menanyakan untung dan rugi. Ketika diceritakan bahwa hari ini tak dapar uang, istri mengeluarkan kata-kata yang tak enak didengar lalu membandingkan suami sendiri dengan suami tetangga. Apakah kebahagiaan itu selalu uang?

Suami meski ia menyimpan berjuta-juta tabungan kesabaran, ketika kemampuannya diusik, ketika pribadinya dibandingkan dengan lelaki lain, pastilah tidak suka. Muncul rasa sakit lalu berfikir untuk mencari rizki dengan jalan yang tidak halal demi menyenangkan istri. Kalau suami sudah mencari rizki dengan jalan yang haram, keberkahan apalagi yang diharapkan?

"Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rizki-rizki baik yang telah Kami karuniakan kepadamu." Selanjutnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan seorang lelaki yang bersafar jauh, hingga penampilannya menjadi kusut dan lalu  ia menengadahkan kedua tangannya ke langit sambil berkata: 'Ya Rab, Ya Rab,' sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dahulu ia diberi makan dari makanan yang haram, maka mana mungkin permohonannya dikabulkan." (Riwayat Muslim)

Wahai para istri, suamimu sedang berusaha membahagiakanmu, bersabarlah. Jika hari ini ia pulang dengan hanya membawa keletihan, jadilah engkau tempatnya bersandar lalu ucapkanlah,”Bersabalah suamiku, rizki Allah tak akan pernah tertuka.”

Wahai para istri, suamimu sangat ingin membelikanmu baju bagus, perhiasan mahal, rumah yang mewah. Bersabarlah ! Jika ia pulang membawa uang yang hanya cukup untuk makan malam, tetaplah tersenyum. Kelak akan menjadi cerita yang penuh kemesraan. Teruslah dukung perjuangannya, jangan kau patahkan semangatnya.

Wahai para istri, Suamimu merindu sosok istri yang bersifat qona’ah (menerima) yang ketika suami akan keluar rumah istrinya mencium tangan suami lalu berucap, “Wahai suamiku, bertaqwalah kepada Allah, jangan engkau beri makan aku kecuali dengan yang thayyib (halal). Jika engkau datang dengan sedikit rezeki, itu lebih kusukai, daripada kau datang dengan rezeki yang banyak tapi akan menjadi kendaraan kita ke neraka.”

Sumber : http://www.ummi-online.com/suami-merindukan-istri-yang-qonaah-dan-tidak-banyak-menuntut.html

Rabu, 15 April 2015

Bergaya Atas Arab, Bawah Amerika

Kita sering melihat wanita muslimah saat ini berpenampilan, atas Arab, bawa Amerika.
Apa maksudnya?

Yaitu berpakaian jilbab dengan kerudung, namun di bawahnya memakai baju dan celana yang ketat.

Sungguh musibah …

Karena maksud menutup aurat adalah agar tidak menampakkan aurat. Namun kok ini masih memamerkan bentuk tubuhnya yang seksi?

Dari Usamah bin Zaid di mana ia pernah berkata,
“Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah memakaikanku baju Quthbiyyah yang tebal. Baju tersebut dulu dihadiahkan oleh Dihyah Al Kalbi kepada beliau. Lalu aku memakaikan baju itu kepada istriku. Suatu kala Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menanyakanku: ‘Kenapa baju Quthbiyyah-nya tidak engkau pakai?’. Kujawab, ‘Baju tersebut kupakaikan pada istriku wahai Rasulullah’. Beliau berkata, ‘Suruh ia memakai baju rangkap di dalamnya karena aku khawatir Quthbiyyah itu menggambarkan bentuk tulangnya’” (HR. Ahmad dengan sanad layyin, namun punya penguat dalam riwayat Abi Daud. Ringkasnya, derajat hadits ini hasan).

Ini adalah sejelas-jelasnya dalil yang menunjukkan haramnya mengenakan pakaian yang membentuk lekuk tubuh. Pakaian Quthbiyyah adalah pakaian dari Mesir yang tipis. Jika tidak dikenakan baju
rangkap di dalamnya, maka akan nampak bentuk tulangnya sehingga nampaklah aurat wanita.

Bahkan nampak pula warna kulitnya. Demikian kata Syaikh ‘Amru bin ‘Abdil Mun’im Salim dalam kitab beliau Jilbab Al Mar-ah Al Muslimah hal. 23.

Semoga para remaja muslimah menjauhi pakaian seperti itu. Hendaklah mereka mengenakan pakaian muslimah yang sempurna, yang menutupi aurat dan tidak menampakkan bentuk lekuk tubuh.
Hanya Allah yang memberi taufik.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

KROMOSOM PEREMPUAN

::Dishare untuk para suami::

Perempuan (makhluk berkromosom XX) yang jiwanya butuh mengeluarkan 20 ribu kata per hari.
Ibu yang jarang diajak ngobrol santai oleh suaminya, maka bahasa tubuh dan nada bicaranya tidak mengenakkan.

Menyusui anak akan resah, tak sabar dengann kelakuan anak, bahkan cenderung menjadikan anak sebagai sasaran pelimpahan emosi yang tidak semestinya.

Jadi, kadang endapan permasalahan dengan sang ayah dimanifestasikan dalam bentuk amarah yang tidak jelas kepada anak-anak.

Terkadang, ada Ibu yang tetap sabar kepada anak-anaknya meskipun Ayah tak memberi ruang bagi jiwanya..., tapi manifestasi ekstrim nya dalam bentuk penyakit fisik yang sulit sembuh.

Maka tugas wajib ayah adalah memberikan ruang, waktu dan suasana setiap hari bagi Ibu untuk bicara sebagai upaya untuk selalu menyehatkan jiwanya, mendengar keluh kesahnya.

Rangkul Ibu untuk marah dan menangis kepada Ayah saja agar sehat jiwanya, agar Ibu bisa selalu memberikan bunga cinta untuk anak-anaknya.

Ibu yang sehat jiwanya dapat menjalankan tugasnya
sebagai sekolah terbaik bagi putra-putri nya...

Ia bisa tahan berjam-jam mendengar keluhan anak-anaknya. Ia mudah memaafkan anaknya. Ia menjadi madrasah yang baik untuk menanamkan nilai- nilai Robbany..., dan hal ini harus didukung oleh ayah yang memperhatikan bathinnya, disamping kesehatan fisiknya. Ibu harus sehat luar dalam.

Ayah yang hebat, berawal dari suami yang hebat, yang mengerti jiwa dan kebutuhan pasangan.

Singkatnya, bahagiakan pasangan kita,  karena ia adalah madrasah utama bagi anak-anak kita.

Ustadz dr .Raehanul Bahraen

Sumber : https://www.facebook.com/pages/Mahasiswa-Muslim-Gadjah-Mada

Senin, 06 April 2015

10 Ciri Wanita Syiah

“Secantik apapun wanita Syiah, aku tidak akan tertarik,” kata seorang pria muslim kepada temannya.
“Mengapa?”
“Sebab aku tidak tahu, dia sudah pernah mut’ah atau belum”
Lalu bagaimanakah ciri-ciri wanita Syiah agar seorang muslim tidak salah pilih saat mencari istri atau mencari menantu?
1. Secara fisik tampilan mereka bisa jadi sama dengan tampilan muslimah, sama-sama menutup aurat. Tetapi pada banyak kesempatan mereka mengenakan pakaian hitam-hitam (jubah hitam dan kerudung hitam, tanpa cadar).
2. Pada beberapa acara keagamaan, selain mengenakan pakaian hitam-hitam, wanita Syiah juga memakai ikat kepala bertuliskan syiar Syiah. Sepintas, tulisan itu tampak biasa tetapi ternyata memiliki makna seruan doa. Misalnya: Ya Ali, Ya Husain, Ya Fatimah.
3. Untuk menyamarkan kata Syiah, mereka menggantinya dengan ahlul bait. Sehingga wanita Syiah sering menyebut istilah ahlul bait, mengklaim diri sebagai pecinta ahlul bait, mengemukakan pendapat ahlul bait ketika membahas persoalan agama dan mengunggulkan mazhab ahlul bait dibandingkan mazhab lainnya.
4. Menunjukkan ketidaksukaan terhadap para sahabat Nabi selain Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu. Pada situasi yang ‘kondusif’ mereka menunjukkan kebenciannya kepada para sahabat Nabi dalam bentuk mencela hingga mengkafirkan, terutama para shabat utama seperti Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, dan Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu.
5. Tidak mengakui Abu Bakar, Umar dan Utsman sebagai khalifah yang sah. Sebaliknya, mereka menganggap tiga khulafaur rasyidin itu sebagai pengkhianat dan perampas kekuasaan.
6. Meskipun tampilannya seperti aktifis Islam, wanita Syiah tidak suka menghadiri pengajian umat Islam ahlus sunnah, juga tidak suka berada di masjid ahlus sunnah.
7. Menghadiri perayaan-perayaan syiah seperti Idul Ghadir, peringatan Asyura dan lain-lain
8. Ketika puasa Ramadhan, mereka tidak segera berbuka seperti umat Islam tetapi menunggu beberapa saat setelah matahari terbenam hingga tampak bintang gemintang.
9. Tidak berpuasa di hari asyura. Sebaliknya, mereka tampak bersedih dengan kesedihan yang mendalam pada hari itu demi mengingat tragedi Karbala
10. Bersedia, bahkan senang dimut’ah. Mut’ah adalah kawin kontrak untuk jangka waktu tertentu baik dalam hitungan hari, bulan ataupun tahun.

Demikian 10 di antara ciri-ciri wanita Syiah. [Ibnu K/bersamadakwah]

Selasa, 24 Maret 2015

Cerita di Balik Selembar Cadar

Jujur aja, saya salut dan merasa kagum pada akhwat yang gigih ‘berjuang’ untuk bisa menutup wajahnya dengan niqab atau cadar.

Ada yang ngumpet-ngumpet, pas kajian pakai, begitu sampai dekat rumah dilepas.

Ada yang tiap keluar rumah diejek, dihina, dipandang dengan tatapan seolah-olah ia adalah makhluk asing dari planet lain. Atau lebih kejamnya lagi, istri teroris.


Ada yang dibilang bercadar hanya untuk menutupi wajahnya yang buruk atau cacat.

Ada yang butuh waktu bertahun-tahun untuk mendapat izin dari sang suami agar diizinkan bercadar.

Ada yang sampai cadar-cadarnya dibuang dan dibakar oleh orang tua yang belum paham tentang syari’at cadar.

Ada yang hanya bisa memandang dengan tatapan iri ketika saudari-saudarinya lewat di depannya dengan wajah yang tertutup rapat.

Ada yang terpaksa memendam keinginan mulia itu, dan terus berharap ia dapat mengenakannya sebelum kelak Allah memanggilnya.

There is a different woman, a different story, a different path behind that piece of cloth.

Banyak cerita di balik selembar kain penutup wajah itu. Ada yang mulus, ada juga yang penuh liku. Kita tidak pernah tahu apa yang harus mereka perjuangkan untuk dapat menutup wajahnya dengan cadar.

Tak jarang, pengorbanan dan air mata menghiasi perjalanan mereka, wanita-wanita tangguh yang darinya saya banyak mengambil ibrah. Kegigihan mereka mempertahankan niqabnya itulah yang membuat saya bersemangat untuk mengikuti jejak mereka.

Apa lagi yang saya tunggu? Sampai kapan saya mau menunda? Sedang kemudahan untuk menjalankannya ada di depan mata. Sungguh saya malu dengan mereka yang karena niqabnya diuji, ditentang dan dimusuhi namun tetap tegar berdiri.

Karena di hari ini, menegakkan sunnah adalah seperti menggenggam bara api. Panas, tapi harus tetap digenggam agar tidak tergelincir dalam kesesatan setelah hidayah itu datang menyapa.

Barakallaahu fiykunna, saudariku..

Semoga Allah memudahkan niat dan tekadmu untuk mengikuti jejak mereka yang lebih dulu memilih jalan ini. Dan bagi yang sudah, semoga Allah istiqamahkan kalian selalu..aamiin

“Wanita itu aurat, maka bila ia keluar rumah, syaithan terus memandanginya (untuk menghias-hiasinya dalam pandangan lelaki sehingga terjadilah fitnah).”
(HR. Tirmidzi)

Sumber : Facebook

Senin, 17 November 2014

Jangan Pernah Membuka Jilbab di Luar Rumah

Bismillaah
Jangan pernah membuka jilbab di luar rumah. Jangan pernah memperlihatkan aurat di luar rumah. Sebab kita tak pernah tahu, bahwa di tempat yang kita anggap hanya ada wanita, ternyata di sana ada kamera. Kisah ini salah satu buktinya. Ketika kamera menghancurkan rumah tangga seorang wanita muslimah yang hingga kini masih menyesalinya.

Kisah yang dialami muslimah ini diceritakan Syaikh Ahmad Al Qaththan dalam Sirriyyun li An Nisa’ dan ditulis Syaikh Mahmud Al Mishri dalam bukunya Sa’atan wa Sa’atan:

Aku memiliki kegemaran mendengarkan lagu-lagu dan menyanyikannya. Aku juga bisa menari. Ketika datang ke pesta pernikahan, jika tamunya hanya para wanita, aku suka menyanyi dan menari sambil membuka jilbabku. Sebenarnya suamiku telah mengingatkan dan melarang agar aku tidak melepaskan jilbab meskipun hanya di forum wanita. Ketika aku beralasan tidak masalah karena mereka sama-sama wanita, suamiku mengingatkan hadits Rasulullah yang diriwayatkan Ibnu Majah dan Ahmad: “Setiap wanita yang melepas pakaiannya di rumah selain rumah suaminya, maka sungguh ia telah menyingkap penutup antara ia dan Tuhannya.”

Bukannya bermaksud menentang suami, aku masih belum bisa meninggalkan kebiasaanku itu. Suatu hari di pesta pernikahan yang hanya dihadiri kaum wanita, aku ikut bernyanyi bersama mereka. Saat aku melepas jilbabku, para tamu wanita itu berdecak kagum, “dia lebih cantik dari pengantin.”
Pujian itu membuatku semakin bernafsu. Aku pun semakin semangat bernyanyi dan menari. Kutunjukkan kebolehanku. Sambil mengurai rambut, tarianku makin lincah.

Hari itu segera berlalu. Hingga pada satu kesempatan, suamiku pergi ke sebuah negara teluk. Di kantor tempat suamiku bertamu itu, dua orang sedang berdebat tentang siapakah wanita Teluk yang palaing cantik. Lalu salah seorang dari mereka mengeluarkan sebuah rekaman video pernikahan.
“Kau akan melihat wanita tercantik di Teluk yang tak pernah kau lihat sebelumnya,” demikian kira-kira ia membuat penasaran temannya. Ia mengatakan video itu dibelinya secara rahasia dengan harga mahal dan tidak dijual di pasaran. Saat diputar, di menit yang kesekian tampillah wanita yang ia janjikan. “Ini dia”

Suamiku terperanjat. Wanita yang dimaksudkan laki-laki itu ternyata adalah diriku. Dengan jilbab yang telah kulepas, tampaklah diriku menari seksi dengan sebagian dada terbuka. Aku tampil lincah dengan mengurai rambutku. Para lelaki di kantor itu terus memelototi videoku, sedangkan dada suamiku bergemuruh. Wajahnya merah padam. Ia menyimpan kemarahannya dan menumpahkannya begitu tiba di rumah.

Kami pun bertengkar gara-gara video itu. Hingga kemudian, suamiku menceraikanku. Penyesalan selalu datang terlambat. Kini aku kehilangan suami yang kucintai. Aku tersiksa hidup tanpanya. Dan di manapun aku berada, aku kini selalu takut bahwa di sana ada kamera.”

[Kisahikmah.com]

Jumat, 14 November 2014

* Nasehat Pernikahan *

 Foto: * Nasehat Pernikahan *

1. KETIKA AKAN MENIKAH. Janganlah mencari
isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita.
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi
anak-anak kita

2. KETIKA MELAMAR. Anda bukan sedang
meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi
meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si
gadis

3. KETIKA AKAD NIKAH. Anda berdua bukan
menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah
di hadapan Allah

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN. Catat dan hitung
semua tamu yang datang untuk mendoakan
anda, karena anda harus berfikir untuk
mengundang mereka semua dan meminta maaf
apabila anda berfikir untuk BERCERAI karena
menyia-nyiakan doa mereka

5. SEJAK MALAM PERTAMA. Bersyukur dan
bersabarlah. Anda adalah sepasang anak
manusia dan bukan sepasang malaikat

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA.
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak
melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak
belukar yang penuh onak dan duri

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG. Jangan
saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru
semakin erat berpegang tangan

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK. Cintailah isteri
atau suami anda 100%

9. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK. Jangan bagi
cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda,
tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan
cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10. KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM
MEMBAIK. Yakinlah bahwa pintu rizki akan
terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat
ketaatan suami & isteri

11. KETIKA EKONOMI MEMBAIK. Jangan lupa
akan jasa pasangan hidup yang setia
mendampingi kita semasa menderita

12. KETIKA MENDIDIK ANAK. Jadilah teladan yang
baik bagi anak-anak dalam kehidupan rumah
tangga

13. KETIKA ANDA ADALAH SUAMI. Boleh
bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa
untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila
isteri membutuhkan pertolongan Anda

14. KETIKA ANDA ADALAH ISTERI. Tetaplah
berjalan dengan gemulai dan lemah lembut,
tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua
pekerjaan.Orang tua yang baik adalah orang tua
yang tidak pernah marah kepada anak, karena
orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur
kepada anak

15. KETIKA ANAK BERMASALAH. Yakinilah bahwa
tidak ada seorang anakpun yang tidak mau
bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah
anak yang merasa tidak didengar oleh orang
tuanya.

16. KETIKA ADA PIL. Jangan diminum, cukuplah
suami sebagai obat.

17. KETIKA ADA WIL. Jangan dituruti, cukuplah
isteri sebagai pelabuhan hati.

19. KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS
Gunakanlah formula 7 K: Ketaqwaa, Kasihsayang, Kesetiaan, Komunikasi, Keterbukaan, Kejujuran dan Kesabaran.

---------------
LIKE OSD Online untuk mendapatkan Inspirasi Muslimah dan Mohon BAGIKAN agar bermanfaat untuk sahabat kita lainnya.

Add Pin BB : 7EAC2DA6 untuk mendapatkan update produk Gamis, Hijab, Khimar OSD yang dijual secara online :)

1. KETIKA AKAN MENIKAH. 
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita.
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita

2. KETIKA MELAMAR. 

Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi
meminta kepada Allah melalui orang tua/wali sigadis

3. KETIKA AKAD NIKAH. 

Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN. 

Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoakan anda, karena anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan doa mereka

5. SEJAK MALAM PERTAMA. 

Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA.
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG. 

Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK. 

Cintailah isteri atau suami anda 100%

9. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK. 

Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10. KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK. 

Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami & isteri

11. KETIKA EKONOMI MEMBAIK. 

Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita

12. KETIKA MENDIDIK ANAK. 

Jadilah teladan yang baik bagi anak-anak dalam kehidupan rumah tangga

13. KETIKA ANDA ADALAH SUAMI. 

Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda

14. KETIKA ANDA ADALAH ISTERI. 

Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua
pekerjaan.Orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak

15. KETIKA ANAK BERMASALAH. 

Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

16. KETIKA ADA PIL. 

Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

17. KETIKA ADA WIL. 

Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

19. KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS
Gunakanlah formula 7 K: Ketaqwaa, Kasihsayang, Kesetiaan, Komunikasi, Keterbukaan, Kejujuran dan Kesabaran.


Sumber : https://www.facebook.com/OSDonline/timeline

Rabu, 12 November 2014

Kekuatan wanita bukan pada fisiknya, namun ada pada kesabaran, kelembutan, dan keteguhannya. Percayalah wahai para muslimah bahwa Allah Swt sangat mencintai seorang muslimah yang teguh keimanannya, menjaga kehormatannya dan selalu menggantungkan segala persoalan kepada-Nya. Mari berkarya yang terbaik sebagai bekal kelak di akhirat....