Kamis, 04 Juni 2015

BANGKITLAH KAUM MUSLIMIN !

Selama kurang lebih 12 abad lebih.. kita berjaya..
Selama kurang lebih 12 abad lebih.. Islam tak pernah dihina..
Selama kurang lebih 12 abad lebih.. di Asia, Afrika, dan Eropa Islam dihormati dan diterima..
Selama kurang lebih 12 abad lebih.. Islam menguasai 2/3 Dunia..
Selama kurang lebih 12 abad lebih.. kaum Muslimin aman, tentram, sejahtera, makmur sentosa..

Tapi.. apa yang terjadi sekarang..?
Mengapa sekarang Islam ditindas bahkan dibunuh..?
Mengapa sekarang kaum Muslimin banyak yang miskin, sengsara, bahkan dihina..?
Mengapa sekarang kaum Muslimin tidak bersatu, pecah, bahkan saling memusuhi..?
Dimana Al-Qur’an dan As-Sunnah diletakkan..?
Apakah Al-Qur’an dan As-Sunnah hanya menjadi pajangan..?
Apa yang harus kita lakukan..?

Wahai kaum muslimin.. ada 3 hal yang saat ini sudah tidak lagi kita miliki.. 3 hal yang dahulu menancap kuat di dalam diri kaum muslimin..
Yang pertama adalah keimanan..
Kita memangmemilikikeimanan, akantetapi keimanan kita saat ini tidak lagi seperti keimanan para pendahulu..
Kita sama – sama tahu tentang kisah sahabat Abu Bakarr.a.. dimana ia memukul ayahnya sampai terjatuh disebabkan ayahnya mencaci maki Rasulullah.. dan ketika Rasulullah bertanya “Benarkah engkau berbuat seperti itu, wahai Abu Bakar?” Maka, Abu Bakar menjawab dengan penuh keimanan “Demi Allah, sekiranya pada saat itu di dekat saya ada pedang, niscaya akan saya tebas lehernya”.
Abu Bakar r.a tidak mungkin melakukan hal tersebut tanpa dilandasi keimanan yang kuat. Abu Bakar r.a adalah sosok sempurna contoh keimanan yang kuat. Jikalau kita bandingkan dengan keimanan yang tercerminkan dari prilaku kaum muslimin pada saat ini, maka kita akan mengerti bahwa keimanan kita harus lebih ditingkatkan lagi.
Yang kedua adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah sudah ditinggalkan..
Hal itu jelas terlihat dari akhlak kaum muslimin saat ini, khususnya di Indonesia. Contohnya adalah :
  • Ujian Nasional yang sudah jauh dari nilai kejujuran. Bahkan, ada salah seorang murid,     – lebih tepatnya kakak saya sendiri – di sekolah negeri di Jakarta yang berkeinginan jujur tapi, justru malah dimarahi, dipaksa nyontek, dan dibilang sombong. Sungguh miris akhlak para pendidik di negeri ini.
  • Korupsi yang sudah merajarela. Kita sama-sama tahu dan melihat bahwa korupsi di negeri ini sudah amat sangat menjamur. Dengan sistem yang tersusun rapih dan sistematis. Dengan para hakim yang tidak adil dalam memberikan hukuman. Bagaimana bisa disebut adil jika pencuri buah atau hewan yang nilainya tidak mencapai ratusan ribu dihukum berat sedangkan para koruptor yang mencuri triliunan uang umat justru dihukum lebih ringan. Belum lagi fasilitas penjara yang super lengkap, yang pasti penjara itu lebih nyaman dan enak dibandingkan dengan rumah saudara kita di pelosok sana.
  • Yang terakhir, coba kita bertanya pada kakek atau nenek kita tentang apa yang biasanya mereka lakukan sehabis maghrib, dan seterusnya. Maka, saya yakin sebagian besar akan menjawab bahwa kegiatan mereka adalah mengaji, mengkaji Al-Qur’an dan As-Sunnah, atau minimal tidak ada lagi yang keluyuran di luar rumah, terutama anak perempuan. Nah, apa yang terjadi sekarang? Sebagian besar orang tua jika anaknya, -terutama perempuan- belum ada di rumahsetelah maghrib mereka tidak khawatir. Yang lebih anehnya adalah jika orang tua kita tahu anak perempuannya sedang bersama pacarnya justru mereka lebih tenang. Allahu Akbar, Yaa rabb.. ampunilah kesalahan dan dosa kami..

Yang ketiga adalah kita sudah cinta dunia dan takut kematian..
Kita sama – sama tahu Rasulullah SAW telah bersabda :

“Akan datang suatu masa, dalam waktu dekat, ketika bangsa-bangsa (musuh-musuh Islam) bersatu-padu mengalahkan (memperebutkan) kalian. Mereka seperti gerombolan orang rakus yang berkerumun untuk berebut hidangan makanan yang ada di sekitar mereka.”
Salah seorang shahabat bertanya: “Apakah karena kami (kaumMuslimin) ketika itu sedikit?” 
Rasulullah menjawab: “Tidak! Bahkan kalian waktu itu sangat banyak jumlahnya. Tetapi kalian bagaikan buih di atas lautan (yang terombang-ambing). (Ketika itu) Allah telah mencabut rasa takut kepadamu dari hati musuh-musuh kalian, dan Allah telah menancapkan di dalam hati kalian ‘wahn’”.

Seorang shahabat Rasulullah bertanya: “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan ‘wahn’ itu?” 
Dijawaboleh Rasulullah: “Cinta kepada dunia dan takut (benci) kepada mati.”
Riwayat itu disebutkan dalam at-Tarikh al-Kabir, Imam Bukhari;T artib Musnad Imam Ahmad  XXIV/ 31-32;  “Sunan Abu Daud”,  hadis No. 4279)

Apakah saat ini kaum muslimin berjumlah banyak? Ya.. jumlah kita terbanyak kedua sedunia.
Apakah saat ini kaum muslimin seperti makanan yang kerubungi banyak orang? Ya, pemimpin kita saat ini tunduk pada zionis, kekayaan kita dikuras habis, timur tengah dibuat rusuh, embargo, dan lain-lain.

Kita tidak bisa mengelak lagi, bahwa banyak diantara kaum muslimin saat ini bersikap ‘wahn’. Para koruptor bukanlah orang yang gajinya dibawah lima juta, tapi puluhan bahkan ratusan juta. Tapi mengapa mereka masih korupsi? Hampir semua pejabat sudah menikah, tapi entah mengapa mereka tunduk pada wanita, rata – rata perempuan yang bekerja menjadi PSK bukan karena kebutuhan primer mereka belum terpenuhi, tapi karena mereka ingin hidup mewah, punya HP terbaru, mobil yang mengkilat, kosmetik termahal, dan sebagainya.

Wahai kaum muslimin..
Bangkitlah!
Mari kita tingkatkan keimanan kita..
Mari kita hidupkan Al-Qur’an dan As-Sunnah..
Jangan sampai kita terlena dengan dunia..
Mulailah dari diri sendiri..
Lalu ajarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah kepada anak cucu kita..
Setelah itu, ingatkan masyarakat sekitar kita tentang tipu muslihat dunia..
"Jangan lihat siapa yang mengatakan hal ini, tapi tolong lihat apa yang dia katakan"

Sumber :  http://www.fimadani.com/bangkitlah-kaum-muslimin/

Selasa, 26 Mei 2015

Benarkah Anak yang Meninggal Ketika Masih Kecil Akan Masuk Surga?

KITA sering mendengar kata-kata bahwa katanya jika anak yang meninggal ketika masih kecil itu bakalan masuk surga. Padah sebenarnya kita tidak tahu kebenarannya. Nah ini dia pembahasannya biar kalian ga penasaran lagi.

Aisyah ra. Berkata, “Rasulullah diundang untuk melayat jenazah seorang anak kecil dari kalangan Anshar. Aku (Aisyah) berkata, “Wahai Rasulullah, alangkah beruntungnya anak ini. Ia salah satu burung di antara burung-burung surga. Ia tidak pernah berbuat keburukan dan belum pernah menemuinya.”

Rasulullah bersabda,  

“Apakah engkau tahu yang selain itu, waha Aisyah? Sesungguhnya Allah menciptakan penghuni surga yang telah Dia tetapkan untuknya saat mereka masih berada di tulang sulbi ayah mereka pula. Dan Dia menciptakan penghuni neraka yang telah dia tetapkan untuknya saat mereka masih berada di tulang sulbi ayah-ayah mereka pula.”

Perhatikanlah wahai saudaraku, perhatikanlah bagaimana kebanyakan manusia mendidik anak-anak mereka pada zaman sekarang ini. Mereka telah memberikan waktu luang bak sengaja maupun tidak kepada anak-anak mereka untuk mengetahui perkataan buruk dan juga melakukannya. Itu saat anak-anak mereka masih kecil.

Anda bisa melihat anak yang masih kecil namun telah kenyang dengan berbagai perbuatan tercela dan tidak tahu perbutan utama sama sekali. Anda akan melihat bahwa anak-anak kecil berani berbicara dengan ungkapan yang keji dan melakukan perbuatan buruk. Ia mencela, mengutuk, dan melecehkan orang lain dengan kata-kata yang tidak sopan. Ia tidak menghormati orang saleh, bak laki-laki maupun perempuan.
Bila anak kecil yang seperti ini meninggal, apakah ia akan termasuk seperti burung-burung surga? Bila tetap hidup, apa yang kira-kira akan diperbuat oleh mereka nanti? Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada umat-Mu karena mereka tidak tahu. 
Rasulullah bersabda, “Tadi malam aku bermimpi melihat dua sosok lelaki datang kepadaku. Kedua orang itu memegang kedua tanganku lalu membawaku keluar ke bumi yang suci…” dan seterusnya sampai sabda beliau, “…Kedua orang itu berkata, ‘Berjalanlah,’ maka aku pun berjalan lagi. Ternyata aku melihat sebuah kebun yang hijau. Di kebun itu ada satu pohon yang sangat besar. Dan di pangkal pohon itu ada seorang tua yang dikelilingi oleh anak-anak kecil…” Dan seterusnya sampai sabda beliau, “…Kedua anak itu mengelilinginya sejak malam. Ceritakanlah apa yang aku lihat itu. Keduanya berkata, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Orang tua yang aku lihat di pangkal pohon itu adalah Ibrahim, sedangkan anak-anak kecil yang aku lihat itu adalah anak-anak manusia.”
 
Jadi, anak-anak kaum muslimin yang meninggal saat mereka belum balig itu diasuh oleh Ibrahim dan istrinya, Sarah. Mereka berdua memenuhi kebutuhan anak-anak itu sampai mereka dikembalikan kepada ayah-ayah mereka pda hari kiamat.

Sumber: Islam Parenting, Pendidikan Anak Metode Nabi/Karya: Syaikh Jamal Abdurrahman/Penerbit: Aqwam Jembatan Ilmu

Mereka Pembunuh Massal Tapi Tak Disebut TERORIS

Dalam sepanjang sejarah dunia, sejumlah tokoh yang telah membunuh jumlah yang sangat banyak atas umat manusia.

Adolf Hitler. Apakah Anda tahu siapa dia? Ia adalah seorang Kristen, namun media tidak akan pernah memanggil teroris Kristen.

Joseph Stalin atau yang sering disebut sebagai Paman Joe. Dia telah membunuh 20 juta manusia termasuk 14,5 juta di antaranya yang mati akibat kelaparan. Apakah dia seorang Muslim?

Mao Tse Tsung (China). Dia telah membunuh 14-20 juta manusia. Apakah dia seorang Muslim?

Benito Mussolini (Italia). Dia telah membunuh 400 ribu manusia. Apakah dia seorang Muslim?

Ashoka dalam Perang Kalinga. Dia telah membunuh 100 ribu manusia. Apakah dia seorang Muslim?

Embargo dimasukkan oleh George Bush di Irak, hingga setengah juta anak telah tewas di Irak! Bayangkan orang-orang yang pernah disebut teroris oleh media.

Mengapa?

Hari ini sebagian besar non-muslim takut dengan mendengar kata-kata “jihad”.

Jihad adalah kata Arab yang berasal dari akar kata bahasa Arab “jahada” yang berarti “berjuang” atau “berjuang melawan kejahatan dan keadilan”. Itu tidak berarti boleh membunuh orang tak berdosa. 

Perbedaannya adalah kita berdiri melawan kejahatan, bukan dengan kejahatan.
Anda masih berpikir bahwa Islam adalah masalah?

Perang Dunia Pertama, 17 juta orang mati. Disebabkan oleh non-Muslim.

Perang Dunia Keduq, 50-55 juta mati. Disebabkan oleh non-Muslim.

Nagasaki dibom atom 200 ribu mati. Disebabkan oleh non-Muslim.

Perang di Vietnam, lebih dari 5 juta orang mati, yang disebabkan oleh non-Muslim.

Perang di Bosnia-Kosovo, lebih 5 juta mati yang disebabkan oleh non-Muslim.

Perang di Irak (sejauh ini) merenggut 12.000.000 kematian. Disebabkan oleh non-Muslim.

Afghanistan, Irak, Palestina, Burma dan lain-lain, yang disebabkan oleh non-Muslim.

Di Kamboja pad a1975-1979, terjadi jampir 3 juta kematian yang disebabkan oleh non-Muslim.
Maka kami katakan,

“Muslim bukan teroris dan teroris bukan Muslim.”

Sumber : http://www.fimadani.com/mereka-pembunuh-massal-tapi-tak-disebut-teroris/

Kamis, 21 Mei 2015


Cinta itu memiliki tempatnya masing-masing, dan cinta tidak bisa ditimbang dan diukur. 
Kalau saya ditanya lebih cinta mana kepada Mesir atau kepada Mekkah, maka pertanyaan itu tidak bisa dijawab. Karena, cinta Mesir adalah cinta tanah air; itu satu hal. Sedangkan cinta Mekkah adalah cinta tempat ibadah, itu hal lain lagi.
Tapi mencintai apa saja yang berhubungan dengan Nabi adalah cinta di atas segala cinta

Syekh Yusri Rusydi

Senin, 18 Mei 2015

Selamat Datang Sya'ban
Jika kau merasa bahagia dan sakit di waktu bersamaan. 
Merasa yakin dan ragu dalam satu hela nafas. 
Merasa senang sekaligus cemas menunggu hari esok. 
Tak pelak lagi, kau sedang jatuh cinta.

Tere Liye

Rabu, 13 Mei 2015

Now & Forever

Whenever I'm weary
From the battles that rage in my head
You make sense of madness
When my sanity hangs by a thread
I lose my way but still you seem to understand
Now and forever
I will be your man

Sometimes I just hold you
Too caught up in me to see
I'm holding a fortune
That heaven has given to me
I'll try to show you each and every way I can
Now and forever
I will be your man

Now I can rest my worries and always be sure
That I won't be alone anymore
If I'd only known you were there all the time
All this time

Until the day the ocean doesn't touch the sand
Now and forever
I will be your man


Richard Marx