Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 April 2015

Separuh Nafasku



Bismillah

Bila yang tertulis olehNya engkau yang terpilih untukku
Telah terbuka hati ini menyambut cintamu

Di sini segalanya kan kita mula
Mengukir buaian rindu yang tersimpan dulu
`Tuk menjadi nyata dalam hidup bersama

Selamat datang di separuh nafasku
Selamat datang di pertapaan hatiku

Izinkan aku `tuk mencitaimu
Menjadi belahan di dalam jiwaku
Ya Allah jadikanlah ia pengantin sejati
Di dalam hidupku…(izinkan aku)

Wahai yang dicinta telah kurela
Hadirmu temani relung hatiku
Simpanlah jiwaku dalam doa'mu
Kan kujaga cintamu

Wahai yang dicinta telah kurela
Hadirmu temani relung hatiku
Simpanlah nafasku dalam hidupmu
Kan kujaga setiamu

Apapun adanya dirimu
Ku `kan coba tuk tetap setia
Begitu pula pada diriku
Terimalah dengan apa adanya

:: ayah & bunda ::

Jumat, 24 Oktober 2014

*Sajak "Tidak Mengenal"

Kita tidak akan mengenal cahaya
Jika tidak ada gelap
Tidak akan pernah ada definisi cahaya

Kita tidak akan memahami kenyang
Jika tidak pernah lapar
Tidak akan pernah ada definisi kenyang

Kita tidak akan pernah mengerti bahagia
Jika tidak ada rasa sakit
Tidak akan pernah ada definisi bahagia

Kita tidak akan pernah mengenal masa depan
Jika tidak ada masa lalu
Tidak akan pernah ada definisi masa depan

Jadi tidak mengapa
Dilewati saja sambil terus bertahan
Karena gelap, lapar, sakit hati, masa lalu adalah cara terbaik
Untuk memahami cahaya, kenyang, bahagia dan masa depan

*Tere Liye


Ya Rabb, berikan aku Sabar yang lebih...
untuk bisa memahami dan mengerti di dalam situasi apa pun 

Sumber : https://www.facebook.com/darwistereliye?fref=ts

Kamis, 16 Oktober 2014

Ohh Ayah…

dakwatuna.com
Bahkan..
Ketika mentari pagi baru akan terbit pun,
Kau telah lebih dulu bersinar dengan setelan bajumu
Sang mentari pagi menjadi saksi senyum optimismu menyongsong hari
Lalu rembulan dan bebintang..
Menjadi saksi pula atas langkah kakimu yang tetap kokoh meski telah seharian berjibaku dengan kewajibanmu

Pagi berganti siang, siang berganti malam..
Selama itu kau berpeluh keringat, terkuras tenaga dan pikiran demi keluargamu
Tak pernah sepatah kata keluh kesah pun yang kau lontarkan
Karena itu amanahmu, maka kau bertanggung jawab..
Gigihmu, lukamu, sakitmu, keluhmu, semangatmu, akan menjadi bekalan pahala
Lelahmu adalah lelah yang berarti..
Ada hadiah istimewa dari Allah atas lelah yang berbingkai sabar
Maka ayah, terus bersabarlah dalam amanahmu..

Ayah, aku pun sama seperti mentari pagi, rembulan juga bebintang..
Saksi akan perjuanganmu..
Kau menderma diri untuk menebar manfaat
Bergerak membangun peradaban yang diimpikan..

Bergeraklah, bekerjalah..
Usah pedulikan pandangan manusia
Allah, Dialah sebaik-baik penilai tingkah
Maka meng-iba-lah hanya pada-Nya
Sebab hatimu akan lebih lapang, pundakmu akan lebih kokoh

Pintaku ya Rabbana..
Penjagaan untuk ayah, agar bekerja Lillah
Penjagaan untuk ayah, agar sehat bahagia
Ya Rabbana, tiada balasan yang lebih pantas selain surga untuk ayah..