Selasa, 14 April 2015

Ketenangan Bukan Diukur Dengan Banyaknya Harta

Rejeki itu tidak bisa ditiru...,
Walaupun sama langkahmu
Walaupun sama perniagaanmu,
Walaupun sama pekerjaanmu,


Hasil yang diperoleh akan berbeda-beda...
Bisa berbeda di banyaknya harta,
Bisa juga ada di rasa dan ketenangan hati
Ya itu yang dinamakan Bahagia...


Semua itu dari kasih sayang Allah yang Maha Kuasa...
Siapa yang tekun akan menemukan..
Siapa berani susah akan memperoleh kemuliaan
Bukan banyak, tapi berkah yang menjadikan cukup dan mencukupi..


Sudah tercatat dalam taqdirnya manusia, setiap yang hidup sudah dibekali dari Yang Kuasa.
Jalan hidup dan kebutuhannya sudah tersedia dekat seperti angin yang dihirup setiap harinya

Tetapi kadang manusia silau mata dan gelap hatinya, yang jauh dari badannya kelihatan terang benderang memanggil-manggil
Tetapi yang dekat di depannya dan jadi tanggung jawabnya disia-sia seperti tidak ada gunanya

Rejeki itu sudah tersedia dari Allah, tidak akan kurang adanya untuk mencukupi kebutuhan manusia dari lahir hingga mati
Tapi kalo untuk menuruti kemauan manusia yang tidak ada batasnya, rasanya semua sempit, di fikiran "ruwet" dan hatinya menjadi kusut.

Pesan orang tua, apa yang ada dijalani dan apa yang belum ada jangan diharap-harap, tentramkan hatimu, kalau belum menjadi bagianmu, apalagi sampai merebut dari orang lain dengan cara yang buruk...

Ya ditunggu saja..
Itu akan membuat hidupmu sakit, susah dan angkara murka di dalam keluarga.
Semua itu akan sirna menjadi sebagaimana mestinya


Kalau seandainya ketenangan itu hanya bisa dibeli dengan banyaknya harta, sungguh susahnya menjadi orang yang tidak punya..

Untungnya ketenangan itu bisa dimiliki siapa saja yang mau meredam hatinya dalam hal keduniaan, senang menolong kepada orang lain dan memasrahkan hidup kepada Allah..

( Ustadz Kholid Syamhudi )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar