Sahabat Ummi, coba perhatikan masalah yang sering terjadi
di antara pasangan suami istri!
Banyak rumah tangga yang berantakan,
kacau balau, hancur lebur, dan penuh dengan percekcokan, serta
ketidaktenangan.
Jika kita selidiki, ternyata ada satu sikap yang berperan sebagai dalang dari segala masalah tersebut.
Sikap apakah yang dimaksud?
Ya, sikap yang dimaksud adalah ketidakmampuan untuk mengalah!
Biasanya jika salah seorang, baik suami maupun istri masih
mau mengalah, maka permasalahan sedikit banyaknya akan reda. Jika
dua-duanya punya sikap yang mau mengalah, biasanya permasalahan jarang
sekali ditemukan.
Akan tetapi jika kedua-duanya, baik suami maupun istri,
sama-sama keras dan tidak memiliki kemampuan untuk mengalah, maka
masalah dalam rumah tangga akan selalu hadir silih berganti.
Kemampuan untuk mengalah, jika hanya dimiliki oleh satu
orang saja (baik suami maupun istri) dan tidak pernah dimiliki pasangan
yang satu lagi, juga berpotensi besar untuk mengalami masalah serius
dalam perjalanan rumah tangganya.
Lalu mengapa banyak orang yang tidak mampu memiliki sifat mau mengalah ini?
Dilihat dari kacamata psikologis, kemampuan untuk mengalah
sangat terkait dengan tingkat kedewasaan seseorang. Orang yang memiliki
kematangan mental, akan mampu memikirkan dari berbagai sudut pandang dan
tidak hanya bersikeras dengan sudut pandangnya sendiri.
Penyebab lainnya adalah kesombongan. Seseorang yang
memiliki sifat sombong dan merasa diri lebih baik, lebih benar dari yang
lainnya, maka akan sangat sulit mengalahkan egonya.
Ayat tentang Sikap Lemah Lembut dan Memaafkan (QS.An Nisa’ ayat 149):
”Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau
menyembunyikannya atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka
sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.”
Dalam Tafsir Al Mishbah, ayat ini menekankan bahwa yang
dianjurkan adalah Jika kita menyatakan sesuatu kebaikan sehingga
diketahui orang lain, baik dilihat atau didengarnya, atau menyembunyikan
kebaikan itu sehingga tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, atau
memaafkan kesalahan yang dilakukan orang lain, padahal mampu dan
diizinkan pula oleh Allah membalasnya Maka sesungguhnya Allah pun akan
memaafkan kesalahan kita, karena Dia Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.
Jika kita melakukan hal yang demikian sesungguhnya telah
meneladani Allah dalam sifat-sifatNya yang sempurna sesuai kemampuan
kita, yakni memaafkan orang lain padahal kuasa dan diizinkan untuk
membalasnya.
Dengan demikian jelas bahwa kemampuan untuk mengalah
(menahan perkataan sekalipun benar) serta kemampuan memaafkan kebodohan
orang lain (dalam hal ini pasangan sendiri) merupakan kunci dari ampunan
Allah.
Jika dalam rumah tangga kita, pasangan tidak dianugerahi
sikap mampu mengalahkan ego, maka doakanlah ia, semoga Allah melembutkan
hatinya. Dan selama ia masih terus dengan sifat kanak-kanaknya, maka
kitalah yang berkewajiban untuk mengalah.
Sebagaimana anak kuliahan mengalah pada anak TK, maka
seperti itu pulalah seharusnya kita mampu menahan diri kita dari
tindakan bodoh menghancurkan rumah tangga sendiri, dengan sikap mau
menang sendiri.
Wallaahualam. Semoga yang sedikit ini ada manfaatnya. (Syamsa)
sumber : http://ummi-online.com/masalah-rumah-tangga-mengejutkan-sering-kali-penyebabnya-hanya-satu-sikap-ini.html
sumber : http://ummi-online.com/masalah-rumah-tangga-mengejutkan-sering-kali-penyebabnya-hanya-satu-sikap-ini.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar